15. Capek

1539 Kata

Hari ini, Naya diajak Dean mengunjungi pabriknya. Pabrik itu bukan pabrik super besar dengan berbagai peralatan canggih. Dean sengaja meniadakan beberapa alat dan menggantikannya dengan tenaga manusia. "Kadang banyak orang yang nggak punya kesempatan buat kerja, padahal dia punya kemauan. Tiba-tiba semuanya tergantikan sama teknologi dan orang-orang kehilangan pekerjaan." "Tapi kan hemat kalau pakai alat. Sekali beli alat bisa dipakai bertahun-tahun, cuma bayar perawatan aja. Kalau manusia? Digaji perbulan terus-menerus, kan?" "Iya. Makanya Nadine pernah bilang aku kayak lulusan manajemen bisnis gagal. Tapi ya gimana lagi? Aku bikin pabrik ini juga buat ngasih lapangan kerja, bukan buat nyari duit aja." Dean menoleh ke Naya yang tertinggal di belakangnya. "Kenapa, Nay?" tanya Dean.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN