Rere duduk sambil menatap wanita yang kini duduk di hadapannya dengan tangan menyilang di bawah d**a. Tawanannya itu diikat tangan ke belakang dan juga mulut yang ditutupi lakban. Sedangkan Bravy yang juga dibawa serta oleh orang suruhannya kini masih tertidur nyenyak di dalam kamar. Tak pernah sekalipun bayi itu terbangun dan menangis seperti yang ia bayangkan tadi. Lagipula bayi itu sudah ia serahkan ke pembantu yang bekerja di villa tersebut. Jadi kalau Bravy menangis ada yang mengurusnya. Kalau tetap tak bisa dikendalikan, mungkin akan ia binasakan sekalian. Ivy mulai mengerang dan bersuara. Ia mulai sadar dari pingsannya setelah tadi dibius. "Lo udah bangun?" tanya Rere dengan suara dingin. Ivy yang baru membuka matanya berusaha mengenali wanita di hadapannya. Ia meringis saat wa

