Bravino tersenyum lebar kala ia meminta drivernya untuk berhenti di depan mobil wanita yang sudah terlalu ia rindukan. Padahal mereka hanya terpisah kurang dari dua kali dua puluh empat jam. Sejak mengenal Ivy, ini adalah pertama kalinya Bravino keluar kota tanpa membawa serta wanitanya itu. Itu juga karena Ivy yang memohon untuk tidak ikut dengan alasan kuliah. Dan yah, ia tak bisa menolak. Dirinya memang sering hilang kendali saat berhadapan dengan keras kepalanya sang sugar baby, yang berselisih usia sepuluh tahun lebih muda darinya. Tapi toleransi yang banyak bisa ia berikan begitu saja. Ia jadi belajar dan terbiasa untuk mengalah demi senyum di wanitanya. Bersamaan dengan Bravino turun dari mobil, ada juga satu mobil lagi yang berhenti di depan rumah Ivy. "Tuan." Orang itu adal

