“Aku nggak bisa,” suara Zaskia pecah, tubuhnya gemetar. “Setelah yang aku lihat kemarin… aku nggak bisa percaya lagi padamu.” Hening. Lalu Danu menunduk, menarik napas panjang seperti berusaha menahan amarah. Tapi ketika tangannya terulur lagi, nada itu sudah berubah—bukan lagi bujukan, melainkan perintah yang dingin dan berbahaya. “Kalau begitu, mari kita hancur sama-sama,” Zaskia menatapnya dengan mata basah. “Jangan, Dan… tolong.” Namun permohonannya lenyap begitu saja, tenggelam dalam keheningan yang panjang. Malam terasa membeku, udara dipenuhi ketegangan dan kepedihan yang sulit dijelaskan. Danu mendekat perlahan, langkahnya berat tapi pasti. Di matanya, ada badai yang tidak lagi bisa dikendalikan—campuran antara cinta yang terdistorsi dan amarah yang menyala seperti bara di ba

