Hanya beberapa menit pria itu duduk di depan Rosemary. Namun, tekanan batin yang diberikan oleh pria itu membuat Rosemary menegang lantaran khawatir kalau Akalanka bisa saja mengetahui penyamarannya. Setiap detik, gadis itu merasa kesulitan bernapas, sehingga gelagatnya menjadi sangat tidak nyaman. Akalanka menyadari tingkah tidak nyaman Rosemary, tapi pria itu sama sekali tidak ada niat untuk pergi dari sana. Pria itu sibuk dengan makanan di depannya seraya sesekali melirik pada Rosemary. Tidak lupa juga Akalanka mengembangkan sedikit seringai di bibirnya yang tidak dapat ditangkap oleh Rosemary. Aku seperti akan kehabisan napas. Rosemary gelisah dalam pikirannya, membuatnya berdiri secara tiba-tiba. Hal tersebut menyebabkan Akalanka menghentikan gerakan tangannya yang tengah memotong

