17. Impian

1074 Kata

Seorang gadis berbusana layaknya seorang bangsawan terengah-engah di dalam sebuah hutan seorang diri. Peluh mengucur dari kepala melalui pelipis sampai ke rahangnya yang cantik. Tatanan rambutnya agak berantakan tersapu angin dan juga keringat. Panas terik matahari menyengat kulit putihnya. Sebisa mungkin ia berusaha menutupi wajahnya menggunakan telapak tangan. Gadis itu berlari dan terus berlari seolah-olah sedang dikejar binatang buas. Akan tetapi, sebenarnya ia kabur dari para dayang yang mengikutinya. Kemudian ia berhenti lagi karena tidak menemukan jalan keluar dan malah masuk ke hutan lebih dalam lagi. “Bagaimana ini?” Sejenak ia menelan salivanya lalu melanjutkan perjalanan. Namun, kali ini ia berjalan santai seraya melirik ke kanan dan kiri. Kyra Lesham tidak pernah menyangka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN