Rosemary Gold dalam keadaan bimbang. Perintah Akalanka sama sekali tidak bisa ia terima. Alasannya sudah sangat jelas, bahwa rambutnya yang berwarna dark grey adalah sebuah permasalahan. Mungkinkah Akalanka juga ingin menginterogasinya dan memenjarakannya? Tidak! Rosemary tidak ingin hidupnya berada dalam kurungan lagi. Manik matanya menatap Akalanka. “Apakah Tuan Penguasa wilayah juga akan menghukumku hanya karena warna rambutku? Dan kau menipuku dengan cara menyelamatkan aku dari kepala desa?” tuduh Rosemary. Saat ini, dia memang harus berhati-hati. Apalagi Akalanka merupakan pria asing dari dunia yang asing pula. Rosemary baru saja beradaptasi dengan kastel dan penghuni kastel. Dan merasakan hidup seperti manusia biasa. Ia sungguh tidak ingin meninggalkan kehidupan tenang ini. Akala

