Pupil mata jernih dan penuh ketakutan, tampak terus bergerak acak mengikuti cahaya lampu dari sumbu yang terperangkap di dalam tubuh bambu seadanya. Meskipun bingung dan terkejut karena tiba-tiba Aro di serang dari belakang, Bianca mencoba untuk tenang dan memahami situasinya. Guk guk guk guk. Castil menggonggong, tetapi hanya menggigit ujung celana laki-laki tua yang telah memukul Aro dari belakang. Saat itu, tangan kanannya mengelus kepala Castil lembut hingga berhasil menenangkan anjiing kesayangan Aro tersebut. Sementara Bianca tidak dapat melakukan apa pun karena tubuhnya tiba-tiba terasa membatu. "Tenanglah! Ini semua demi kebaikan kita." Laki-laki tua menatap Bianca untuk mendapatkan persetujuan dari gadis tersebut. Bianca mengedipkan matanya tanda sepakat dan seketika, tubuhn

