Tiga puluh hari berlalu sesuai dengan yang diinginkan. Saat ini, kesehatan Aro semakin membaik. Tapi tidak bagi Sam, ia malah merasa bahwa waktunya semakin dekat. Namun sebelum tiada, ia ingin membawa Aro kepada Bianca. Ketika melihat Aro sudah mampu berjalan di atas kedua kakinya sendiri dengan sempurna, Sam memberitahukannya mengenai keberadaan Bianca. Aro terlihat semakin bersemangat dan ia mengatakan sudah siap untuk berangkat kembali ke negara pertama yang sudah mempertemukan dirinya dengan Bianca, Indonesia. "Yakin sudah siap?" "Ya, tentu saja." "Oke, baiklah. Kita akan berangkat mengenakan pesawat pribadi. Ini adalah hal terakhir yang bisa saya berikan kepadamu," ucap Sam yang terlihat masih menyimpan sesal karena pernah menghancurkan hidup Arogan. "Tuan, Anda yang terbaik,"

