Malam hari Rei masih menemani Ziel yang kini tengah mengerjakan tugas sekolahnya sementara kedua anaknya yang lain kini telah terlelap. Rei merasa sangat bersyukur karena ia mendapatkan banyak rejeki dan kemudahan. Rei tak lagi terlalu memikirkan tentang kehidupannya kedepan untuk memenuhi kebutuhan buah hatinya. "Kakak mau mami buatin s**u? Atau Kak Ziel mau sesuatu mami pesenin nih, online." Rei menawarkan pada si sulung karena merasa telah lama tak memanjakan buah hatinya itu. Ziel menggelengkan kepalanya lalu menatap sang mami. "Memang mami ada uang?" "Alhamdulilah, mami ada rejeki nih. Kalau kakak mau mami pasti beliin buat Ziel. Mami lagi ada rejeki. Udah lama juga 'kan, mami enggak jajanin kamu." "Enggak, Mi mending mami buat beli s**u Cia sama Uca. Lagian tadi juga kan kita ud

