Cinta dan Arin sedang duduk di warung Cinta. Menatap puing-puing bangunan kost Madame rose yang hancur lebur. Bahkan terlihat puing motor Rei di sana, masih tersisa plat nomornya. Mengingat kejadian malam itu benar-benar mengerikan. Kobaran api begitu besar, seorang bersiap untuk menghancurkan semuanya berada di sekitarnya. Untungnya bangunan kos itu tak terlalu menempel dengan bangunan rumah yang lain. Ada sisi di kanan kiri yang digunakan sebagai tempat parkir mobil dan juga menjadi halaman yang digunakan oleh pemilik kos untuk menanam beberapa tanaman sayur dan juga tanaman obat. Jarak di sisi kanan dan kiri itu yang membuat api tak melebar. "Jadi sekarang Mak Rei dimana ya?" Arin bertanya pada sahabatnya yang hanya bisa menggelengkan kepala. "Gue nggak merhatiin waktu kejadian kebaka

