Yoga tak pernah tahu, bahwa segala yang dibangunnya akan hancur karena kenyataan yang diberikan oleh gadis itu. Belum, belum sekarang, karena pagi ini mereka masih tertawa. Masih bahagia dengan Helena yang terus-terusan menggandeng lengan Yoga erat. "Ga, aku pengen beli baju," pinta Helena dengan manja. Yoga menoleh sekilas lalu mengangguk. "Ayo, penuhi aja troli kamu, Sayang, nanti aku yang bayar. Pilih sesuka kamu." "Beneran?" Yoga mengangguk. Hari ini, setelah Helena resign dari kantornya, pria itu lebih sering memilih jalan berdua di waktu jam kerja daripada memikirkan perusahaannya yang masih dikucuri dana oleh Arthur. Benar-benar g****k! Kedekatan ini yang bikin orang-orang jadi gedek. Semua karyawan tak suka bila melihat Helena datang ke kantor dengan pakaian non-formal, masuk

