Nafas Laura terengah-engah, ia mencari ke segala penjuru halaman. Tidak ada bekas tanah yang di gali. Tidak mungkin John berbohong. Gadis itu berpikir keras, mencoba untuk memusatkan otaknya. Ia harus tenang dan berpikir jernih. Pertama, hal yang dilakukan Oleh Laura adalah menutup kedua matanya. Ia berpikir mulai dari kastil. Saat di bawah kendali sang raja, gadis itu melihat ada yang berbeda dari Maya. Maya tidak kembali, besar kemungkinan dia tidak meninggal. Saat mulai menerka kembali, Laura di kejutkan oleh tepukan dari seseorang. "Aku capek mengejarmu." Konsentrasi Laura harus bubar karena mendengar suara familiar dari orang itu. "Biarkan aku tenang, Amber," sela gadis itu dengan frustasi. Caesar maju ke depan, tepat sedikit jauh dari tempat Laura berada. "Aku dan John mengub

