Maya terus berlari di dalam kabut meski berbagai suara masuk ke pendengarannya. Ia tidak peduli lagi dengan suara menyeramkan itu. Larinya terhenti saat ia menabrak sebuah batu besar hingga tersungkur. Bangunan berbentu bulat dengan tulisan terukir indah. Dahi Maya berkerut saat tahu isi tulisan batu itu. Ia menggigit jarinya hingga berdarah lalu meneteskannya ke batu itu. Cahaya merah menyerap tubuhnya. Ia langsung bangun dan terengah-engah mengambil nafas dengan rakus. Sementara Caesar, pria itu bangun dari pingsannya. Hal yang pertama di lihat adalah batu kecil berada di sampingnya dan juga seorang manusia. Matany membulat sempurna diiringi tetesan bening kristal yang terus mengalir. "Terimakasih, di saat seperti ini, kau masih saja melindungiku, Brandon." Ya, orang itu adalah bra

