Laura sudah tidak memikirkan seseorang yang memantaunya. Lagi pula, dia sudah tidak ada. Dilihat bahwa perasaan dingin yang ada di tubuh gadis itu sudah menghilang. Laura dan teman - temannya melanjutkan perjalanan menuju ke Desa Kabut. Namun, sebelum itu mereka harus keluar dari hutan itu dengan dipimpin oleh lampu lentera. Sang lampu mendahului mereka menjadi pemimpin perjalanan. Mereka melewati bukit kembar itu, lalu berjalan lurus ke depan. Dari jauh, tampak seperti ada cahaya yang sangat banyak. Bisa dipastikan, itu adalah desa. Ternyata, cahaya lampu yang ada di desa sangat indah kalau di lihat dari bukit. "Kenapa kita harus menunggu fajar saat masuk Desa Kabut?" tanya Amber sambil melihat ke arah desa itu. Laura mengedikkan bahu, "Aku sendiri juga tidak tahu." Hanya peta itu y

