Episode 78

1096 Kata

Ruangan besar mencekam dengan cahaya minim di dalamnya membuat Laura bergidik ngeri. Ia masih terus menatap ke penjuru ruangan tersebut. Terus terang saja, gadis itu bingung kenapa bisa tertidur di ranjang yang hangat. Seingatnya, berguling di tanah lalu pingsan. Laura bangun dari duduknya, berjalan menuju ke arah pintu. Meski penerangan minim, ia masih bisa melihat dengan jelas. Handle pintu dibuka olehnya, namun tidak bisa. Sepertinya di kunci. Kaki cantiknya berbalik arah menuju ke sumber cahaya. Sebuah lilin diambil lalu berjalan sambil menatap semua fitur ruangan tersebut. Gadis itu terus berpikir keras karena familiar dengan kejadian ini. Ia pernah bangun ke dalam ruangan yang sama persis. Semakin diingat, kepalanya semakin pecah. Tangan Laura langsung menepuk jidatnya dengan pel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN