Sudah dipastikan peta kosong itu berbohong. Perawan desa yang mati karena naga. Sungguh konyol. Sudah jelas bahwa mereka disini hanya dijebak agar tinggal lebih lama lagi. Amber memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri. Bukan hanya fakta mengejutkan yang diperolehnya saat ini. Melainkan identitas diri yang disembunyikan Flora selama bertahun-tahun. Tapi, gadis itu tidaklah marah. Lagi pula, itu demi keselamatannya. "Aku tidak menyangka kalau bagian dari desa ini." Amber memainkan jarinya sambil menatap ke arah teman-temannya dari jauh. "Ini semua salahku. Andai saja, dia tidak terjebak di buku. Pasti, semua ini tidak akan terjadi," kata Flora sambil menunduk. "Buku!" beo Amber. "Buku kuno tebal!" teriaknya dengan keras. Gadis itu lari ke arah teman-temannya. "Mana buku itu, Maya?" ta

