Mereka bertiga saling duduk berhadapan satu sama lain. Sementara Antonio, John dan Maya masih pingsan akibat hipnotis dari Moran. Sekarang, Moran sedang di introgasi oleh dua orang. Siapa lagi kalau bukan Amber dan Caesar. Bahkan mata mereka berdua melotot seakan keluar dari sarangnya. Moran hanya tersenyum canggung sambil mengusap lehernya berulang kali. Sepertinya, ia tidak bisa lari dari mereka. Dan mau tidak mau jujur. Dari awal, Moran sudah tahu kalau Caesar bukan pria biasa. Ia bisa melihat ada aroma bangsawan di tubuhnya. Terlebih lagi, tameng dari pria itu. Yang paling mencolok adalah kalung di lehernya. "Ehem, sampai kapan kalian akan menatapku?" tanya Moran dengan hati-hati. "Kau salah satu dari mereka? Sial, aku tidak mau mengakui ini. Nenekku benar!" ucap Amber sambil m

