Maya menggeliat tidak nyaman karena merasa ada sesuatu yang basah menetes di wajahnya. Gadis itu perlahan membuka kedua matanya. Hal yang dilihat pertama kali adalah gua yang sangat gelap dan aneh. Di tambah lagi, tempat itu bergerak - gerak. Di bawah tempatnya tergeletak, ada air yang mengepul berwarna kekuningan. Maya bergidik jijik menatapnya dan memilih meringkuk sambil mengingat kejadian yang menimpanya. Otakknya berfikir keras. Mata gadis itu melotot sempurna bahwa ia mengingat sesuatu yang membuat jantungnya berhenti berdetak. "Apakah aku masih hidup?" tanyanya pada diri sendiri sambil memcubit pipi. Ringisan sakit keluar dari mulut. Ia semakin gemetar ketakutan. "Aku belum mati dan ini bukan mimpi." Maya berpikir keras, mencoba mencari cara untuk keluar dari sini. "Aku pasti

