Aku melempar sendok makan pada Michiru. “Lalu dapat pengurangan nilai karena jawabanmu sama persis denganku?” Dengan mudah, Michiru menangkap sendok yang kulempar padanya. “Orang bodoh macam apa yang menyontek dan tidak membedakan jawabannya sedikit? Kau lihat kemampuan mengarang bebasku sebelumnya, ‘kan?” “Michiru … sayang sekali untuk ujian awal semester tidak ada soal esai. Kau tidak akan bisa menggunakan kemampuan mengarang bebasmu nanti.” Michiru mengedipkan matanya beberapa kali. “Tunggu. Ujian macam apa yang tidak memiliki soal esai!?” “Ujian awal semester,” jawabku cepat. “Kau tahu, pilihan ganda?” Michiru mengusap keningnya pelan. “Berarti tidak ada nilai usaha?” “Nilai usaha? Nilai y

