Bab 54 Kecelakaan

1147 Kata

Fajar kini diambang kegalauan. Pria itu bingung dengan dirinya sendiri. Mungkin ia memang b******k. Ia memikirkan wanita lain, padahal ia sudah punya calon istri. Fajar tidak mengerti kenapa Rania selalu hadir di pikirannya. Tidak dapat pungkiri, bayangan Rania hadir dengan sendirinya. Fajar sudah berusaha menepisnya, tetapi ingatan itu kembali lagi. Kini pria dengan tinggi 181 cm itu berada di pantai. Duduk di pasir putih, menikmati pemandangan sunset sambil berkelana dengan pikiran. "Kali ini aku sadar, aku mencintai Rania." "Arrgghh!" Fajar berteriak frustasi sambil mengacak rambutnya. Kali ini ia lemah dan tak dapat berbuat apa-apa. Fajar memukul-mukul dadanya. Kenapa ia harus mencintai Rania di waktu yang tidak tepat. Sebentar lagi adalah pernikahannya dengan Anisa. Sungguh, Faj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN