Malam sudah mulai larut, tetapi Fajar masih sibuk dengan kegiatannya. Jemarinya menari-nari di atas keyboard laptop. Pria itu kini tengah di ruang kerjanya, menyelesaikan pekerjaan kantor yang belum beres. Akhir-akhir ini pekerjaannya memang menumpuk. Fajar menghentikan kegiatannya. Pria itu menghela gusar lalu berdecak. Matanya sudah mulai merasakan kantuk. Tangannya juga lelah. Di lain sisi, Rania yang baru saja kembali dari dapur untuk minum. Tidak sengaja berhenti di depan ruang kerja Fajar. Ia mengamati pria itu dari celah pintu yang sedikit terbuka. Padahal ini sudah malam, tetapi pria itu masih sibuk. Apakah dia akan begadang? Rania kasihan melihatnya. Ingin membantu, tetapi Fajar tidak suka dekat-dekat denganya. Seketika Rania gelagapan ketika Fajar menangkap basah dirinya ber

