Mobil Fajar berhenti di depan gerbang rumah Rania. Kebetulan gerbang itu tidak di kunci, Fajar pun langsung menerebos masuk. Namun, tiba-tiba satpam datang dan menghadang jalannya. "Maaf, Den, anda tidak boleh masuk." Pak Jejen merentangkan tangan, mencegah Fajar agar tidak menemui Rania. Pria berseragam hitam putih itu hanya menjalankan perintah dari majikannya. "Minggir, saya harus ketemu dengan Rania." "Tapi Non Rania sudah menyuruh saya agar tidak membiarkan Den Fajar menemuinya." "Saya suaminya. Saya punya hak untuk ketemu dengan Rania! Bapak gak berhak ngelarang saya untuk masuk!" Fajar menatap satpam tersebut nyalang. "Maaf, Den. Saya hanya menjalankan tugas dari Non Rania." Fajar menabrak bahu satpam tersebut dan melanjutkan langkahnya menuju pintu utama. Pak Jejen terus me

