Purnama bersinar terang, menerangi kota Paris malam ini. Bu Erika kini sudah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit lagi, menjenguk Viona. Walau di rumah sakit ada perawat yang menjaga Viona, tetap Bu Erika tidak tega meninggalkan Viona dengan perawat di sana. Sebagai seorang ibu, ia sangat mencemaskan putrinya. "Mamah berangkat dulu, ya, Pah." "Mendingan berangkat ke rumah sakitnya besok aja, Mah. Wajah mama pucat, mama kayaknya kelelahan karena menjaga Viona dan Papa. Mendingan mama isirahat dulu di rumah. Di rumah sakit, kan, ada dokter dan perawat yang menjaga Viona. Besok pagi mama bisa jenguk Viona." "Biar Rania yang temenin Kak Viona. Tante istirahat aja di rumah," ucap Rania berdiri di ambang pintu kamar orang tuanya. "Gak papa kamu yang jaga Viona?" Sebenarnya kepala Bu Erika

