Rara merebahkan dirinya di kasur setelah seharian ini sibuk membantu Ibuk di pondok. Dirinya merasa 'lega' akhirnya rasa lelahnya menemukan obat. Ia pun menghambuskan nafas panjang, ada rasa senang yang menyusup ke dalam hatinya. Akhirnya, kehidupannya sudah kembali seperti semula. Semua orang disekitarnya, sudah terlihat sembuh. Mereka tentunya masih menginggat Rayyan, namun ingatan mereka hanya berhenti diingat kemudian rindu. Tak ada lagi sedih, menangisi kepergian Rayyan atau menyalahkan Tuhan atas takdir yang tak terduga ini. Begitu pun Rara, ia sudah terbiasa sendirian sekarang. Kalau sedih, Rara biasanya datang ke makan Rayyan dan mendoakan suaminya. Dia juga sering curhat ke makam rayyan, padahal setelah curhat Rayyan tak bisa memberikan Rara solusi. Atau belum tentu juga Rayyan bi

