64

1163 Kata

Umik dan Abi duduk di hadapanku sekarang, sementara Rayyan duduk di sampingku. Akhirnya setelah menunggu satu jam, kami bisa bertemu Abi dan Umik bersamaan. Tadi aku sudah bertemu Umik dulu, dan beliau terlihat senang sekali melihatku. Katanya beliau rindu karena suda lama tak bertemu. Aku juga rindu beliau, rindu wejangan-wejangan beliau, rindu masakan umik dan kasih sayangnya. Sekalipun di Jogja aku sudah punya Ibuk, yang juga sayang padaku, tetap saja rasanya berbeda.  Umik memiliki ruang tersendiri di hatiku, mungkin karena Umik yang mengajarkanku masak, mengajarkanku bagaimana seharusnya wanita bersikap dan bagiamana kelak jadi istri yang baik. Dulu Umik memang sengaja mengajarkan hal-hal itu padaku, karena Umik kira aku yang akan menikah dengan Al, eh malah nggak jadi. Semua memang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN