Rindu itu selalu ada, bahkan ketika Rara memejamkan matanya, bayangan Rayyan terlihat semakin jelas. Tapi Rara tak mencoba menghilangkan bayangan Rayyan. Rara menikmati keberadaan Rayyan itu sekalipun hanya dalam hayalnya. Dulu sebelum tidur, Rara selalu dipeluk Rayyan sampai ia tertidur. Sekarang, Rara tak bisa merasakan kehangatan pelukan itu lagi. Rara hanya bisa memeluk guling sembari membayangkan kehangatan pelukan rayyan yang masih ia ingat dengan jelas. Berhayal Rayyan ada di dekatnya dan masih ada di sampingnya. Sampai ia bangun dan tersadar jika kehilangan Rayyan bukan mimpi buruk. Tapi sesuatu hal yang harus ia hadapi. Ya, Rayyan memang belum bisa dikatakan ikhlas akan kepergian Rayyan. Tapi ia tidak membenci takdirnya. Ia yakin apa yang terjadi pada dirinya saat ini adalah y

