104

1125 Kata

Rara terbangun dari tidurnya, dan ia sudah ada di dalam kamar. Entah bagaimana caranya ia sudah di sana. Seingatnya ia tadi baru saja tiba di desa tempat Rayyan kkn, Kemudian ia tak menginggat apapun lagi. Ia tak tau apa yang terjadi pada dirinya sekarang, yang jelas—kepalanya terasa berat, matanya pun terasa perih dan dadanya sesak. Rara melihat dirinya di pantulan kaca, Rara terlihat seperti habis menangis. Ia pun sontak binggung, apa yang terjadi pada dirinya? Rara melihat ponselnya dan segera meraih benda itu. Mungkin di sana ia akan mendapatkan penjelasan tentang apa yang terjadi saat ini. Dan saat Rara menyalakan ponselnya, ia melihat banyak sekali panggilan yang tak terjawab. Ada juga banyak pesan dari teman-temannya. Tumben sekali. Namun ada satu pesan yang cukup menarik perhatainn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN