Sejak di perjalanan samapai di rumah Rara, Rayyan terlihat tidak tenang. Cowok itu tidak bisa duduk dengan santai. Ada saja tingkahnya, yang menggerak-gerakkan kakinya lah, tangannya lah, sampai mulutnya yang komat-kamit entah membaca apa. Membuat kedua orang tuanya gemas sendiri. tapi Bapak tau rasanya, jadi beliau hanya tersenyum melihat tingkah Rayyan. Beda dengan Ibuk yang sedari tadi mengomel dan menyuruh Rayyan diam. Seperti sekarang, ketika mereka bertiga sudah berada di ruang tamu rumah Rara. Sementara Mama Rara tengah ijin ke dalam untuk memanggil papa Rara. Tinggkah Rayyan membuat Ibuk geli. karena dalam satu menit, Rayyan sudah merubah berbagai gaya duduk. Malu-maluin aja pikir Ibuk. “Tenang Rayyan, kamu jangan alay gitu dong.” Ucap Ibuk yang tidak digubris Rayyan. Bapak hany

