Senyum Anne mengembang, ia tak hentinya menatap cincin yang tersemat di tangan kirinya tepatnya di jari manisnya. Pernikahan yang hanya di hadiri keluarga tak buruk juga. Baginya itu sudah cukup. Tidak perlu pesta mewah, dengan gaun panjang dan riasan berlebih agar menjadi pusat perhatian dan supaya dianggap ratu sehari. Ia tidak menginginkannya. Yang penting ia menikah di negara impiannya. Paris. Dan London menjadi tempat pilihannya untuk menetap. Di sana ada yang tidak bisa ditinggalkan. Joy dan kedua orangtuanya. Satu lagi impiannya. Bersama dalam restu serta berjalan di jalan yang benar bersama sang suami itu sudah termasuk hal yang cukup luar biasa baginya. Satu hal yang selama ini diam-diam ia impikan. Akhirnya, kini telah terwujud. Orang lain menyebutnya Pelakor. Perebut suami or

