Lucy menangis di ruang tengah. Hatinya begitu hancur. Kini ia tahu alasan sang suami sama sekali tidak pernah menyentuhnya, ternyata ada wanita lain dibaliknya. Bahkan dia-Darrel- tega menunjukkan kemesraan dihadapannya dengan wanita itu, setelah keduanya ketahuan berhubungan intim di kamarnya. Kamar dirinya dan Darrel. Pernikahan ia dan Darrel memang ada maksud lain di balik itu. Ia tidak lupa, namun pertemuan setiap hari menumbuhkan perasaan lain dalam dirinya. Salahkah jika pada akhirnya ia berharap pernikahan ini berhasil. Salahkah jika ia berharap bisa menghancurkan batu dalam diri Darrel sehingga ia bisa memiliki pria itu? Salahkah? "Kau tega padaku. Kau.. Kenapa kau lakukan ini, Darrel?" Tidak perduli make up nya luntur, belum dibersihkan. Lucy menghampiri Darrel yang berdiri ka

