Empat Puluh Tujuh

2038 Kata

Bangun pagi sudah rutinitas bagi sosok wanita cantik itu, menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri, kemudian pergi bekerja di toko bunga sederhana namun sangat menyenangkan baginya .Ia suka bunga. Warna-warni. Dulu ia ingin hidup warna-warni seperti bunga, sayangnya semua harus pupus karena suatu hal. Mungkin, ia tidak diinginkan untuk hidup bahagia? Entahlah. Ia hanya bisa menjalaninya sekarang. Ia pasrah meski selalu terbayang. Dirinya tengah dilanda rasa lelah. Begitu banyak hal mampir ke otaknya tadi malam, membuatnya lelah batin, jiwa dan raga. Ya, terkadang seseorang yang dihadapkan dengan dua pilihan, harus bisa memilih satu yang terbaik. Inilah pilihannya, tersiksa dalam kerinduan untuk menghindari masalah yang lebih besar lagi, untuk tidak menambah kebencian dan untuk tidak terta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN