Lima Puluh Dua

1383 Kata

Brakkk ... Yudha dan Joy berjengit kaget. Darrel masuk kedalam kamarnya dengan membanting pintu. “Uncle Yud, Uncle Darrel kenapa?” Yudha mendekat kearah Joy. “Tuan muda.” “Uncle Darrel marah sama Joy ya?” lirih Joy, matanya berkaca siap untuk menangis. Berjongkok di depan Joy, Yudha berkata, “Uncle Darrel marah, itu karena Tuan muda tidak menghargai makanan ini. Padahal uncle Darrel sudah membuatnya dengan susah payah." Joy melirik makanan buatan Darrel yang di letakkan di sampingnya. “Memang rasanya tidak enak?” tanya Yudha. “Enak.” “Terus tadi kok.” “Ta-tadi ... huaaaa Uncle Yud." “Tuan muda sudah, jangan menangis.” “Ta-tadi Joy memang mau spaghetti sama sosis, te-terus…” Joy menarik masuk ingusnya. “…Joy tadi juga mainan yang jual-jual pizza sama hamburger. Joy jadi pengen h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN