41 | Maunya Pak Anggit

2128 Kata

“Sonya.” Aku mendongak sewaktu Mbak Eli memanggil namaku. “Kamu bisa pulang sekarang daripada nggak bisa fokus.” Aku tersentak, buru-buru meraih apapun begitu menyadari sedari tadi ternyata aku cuma melamun di depan layar computer. “Eh? Enggak kok, Mbak. Aku fokos ini aku lagi ngerjain …” ucapanku menggantung karena kepalaku benar-benar blank, aku nggak sadar apa yang aku lakukan sejak berjam-jam lalu. Di saat semua orang mengambil jatah istirahat mereka, aku bertahan dimejaku. Sebaiknya aku menjauhi keramaian sementara waktu, supaya mereka ada waktu leluasa membicarakan aku. Aku menyerah, aku menatap Mbak Eli lagi dengan tatapan bersalah. Mbak Eli menatap aku datar. “Hari ini kamu boleh pulang awal, ini perintah langsung dari Pak Anggit.” Usai mengatakan itu, Mbak Eli langsung masuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN