Di rumah, Ibu Fara malah bahagia melihat kehadiran cucunya. Dia tidak berpikir menggunakan logika. Bahkan memperbolehkan Jevan untuk tinggal bersama mereka. Dalam otaknya, dia yakin kalau mereka berdua sudah menikah selama bertahun-tahun. Di dalam kamar, Fara masih membisu di pinggiran ranjang bersama anak yang tengah merengek. Dalam semalam semuanya berubah. Wajahnya sudah seperti mayat hidup. Tidak peduli sekitar lagi. Bahkan tidak tersentuh saat Devan berusaha memanjat bahunya untuk mencari perhatian. Sedangkan Jevan hanya bersandar pada tembok, bersedekap dan menatap keduanya dengan wajah datar. Semua itu terjadi selama setengah jam. Fara membuka pembicaraan, "Ini tidak mungkin bayiku'kan?" "Menurutmu kemana isi perutmu? Dimakan iblis?" Sindir Jevan dingin, “aku juga tidak tahu.”

