Keesokan harinya... Hari ini Fara hanya ingin tidur nyenyak sampai siang. Dia tidak peduli dengan alarm ponsel yang bergiliran berbunyi. Tubuhnya ingin dia tetap terlelap. Akan tetapi, otot perutnya terasa makin tegang dan tak nyaman. Beberapa menit kemudian, dia terpaksa membuka mata. Begah di perutnya ternyata belum reda. Dengan malas, dia bangun dari ranjang. Ia mengucek kedua mata untuk memastikan jam dinding di kamarnya. 06.05 A.M Masih pagi, pikir Fara ingin tidur lagi. Tapi dia mendadak cegukan. Dia merasa sejak kemarin ada yang aneh dengan dirinya. Apalagi bersendawa memalukan di depan Fionn dan Tina. Dia memandangi dirinya di depan cermin meja rias. Tubuhnya masih dalam balutan piyama. Kelopak matanya masih setengah terpejam, sebelum akhirnya sadar ada yang tidak beres dengan

