Fara membuka matanya perlahan. Tapi anehnya dia berdiri di sebelah dirinya sendiri yang sedang menangisi kepergian Jevan. Dia memperhatikan telapak tangannya sendiri yang tembus pandang. Nyaris tidak percaya kalau semua yang dia lihat adalah masa lalunya sendiri. Semua yang ada di ruangan UGD tidak ada yang dapat melihatnya. Berkali-kali dia mengerjapkan matanya, tapi ini memang kenyataan. Dia kembali ke masa lalu. Dia mundur hingga menabrak Jevan, "Ini tidak mungkin!" "Coba dengar isi hatimu sendiri," bisik Jevan memegangi bahunya. Lalu menunjuk ke arah Fara masa lalu yang sedang menggoyang-goyangkan tubuhnya. ... Jevan ... Jevan, bangun ... Suaranya sendiri mulai terdengar di kepala Fara. Saking kagetnya dia menjadi kebingungan. Tapi berusaha untuk tetap mendengarkan. Saat itu pikir

