Tiga hari kemudian ... Jevan memasuki ruang kelasnya dengan langkah anggun. Adik-adik mahasiswinya mulai menaruh hati kepadanya dalam waktu singkat. Mata mereka seperti melihat sosok yang mempesona. Padahal sebelumnya mereka menghormatinya sebagai seorang kakak. Tapi kini keinginan mereka malah ingin menjadikannya pasangan hidup. Bahkan mereka bahagia tidak melihat Jevan bersama pacarnya dalam beberapa hari terakhir belakangan. Mereka pikir keduanya putus. "Jev, Fara kemana? Tumbenan kau tidak jalan dengannya, biasanya seperti surat dan perangko? Kalian tidak putus'kan?" Tanya teman sekelasnya, Giovanni, yang ingin menepis rumor. Mahasiswa bertubuh gempal, tinggi dengan suara serak ini memicingkan mata kepada Jevan. Jevan menjawab, "Fara sedang sakit." "Oh kirain udah putus, heran, ba

