Keesokan harinya... Tubuh Fara mendadak sudah sembuh seutuhnya. Dia berangkat ke kampus pagi-pagi sekali. Kehadirannya disambut oleh temannya yang khawatir padanya. Salah satunya adalah Silvi. "Hei! Pesanku kok tidak kau balas sih! Kemana aja?" Tanya Silvi memeriksa kondisi tubuh Fara, "kudengar jadi Jevan, kau sakit? Jadi karena apa? Aku khawatir, kau menghilang sejak pingsan di gedung fakultas orang." "Maaf, aku malas memeriksa satu per satu pesan yang masuk, aku hanya demam— kelelahan," kata Fara mengundang rasa penasaran teman sekelasnya yang lain. Seorang teman, Jenni, menyela, "Kirain kenapa, Far!" "Kirain galau gara-gara putus—" sambung yang lain, Afina. “Putus?” ulang Fara tidak suka. “Hampir seluruh populasi di kampus kita mengharapkan kalian putus, semuanya jatuh cinta pad

