Waktu terus berjalan dan sekarang sudah pukul 9 pagi. Sudah sangat terlambat untuk bekerja bagi sebagian orang, termasuk Jiwon. Tapi saat belum terlambat pun Jiwon tetap tidak berniat bekerja, ia terdiam disebuah coffe shop dan menatap sepasang kekasih yang baru saja masuk. Mesra sekali, Jiwon tidak bisa menyangkal kalimat itu karena mereka memang sangat mesra. Pemandangan manis itu membuat ia kembali mengingat Sehun, mantan kekasihnya. Entah bagaimana mengatakannya, ada dua rasa yang berkecamuk dalam hati Jiwon saat memutuskan hubungan dengan Sehun. Pertama ia merasa bersalah, namun setelahnya ia merasa ada kelegaan dari dalam hatinya. Apa tanpa sadar ia memang menginginkan hubungannya berakhir meksi tanpa kejadian tadi pagi? Jiwon sungguh tidak tahu apa yang benar-benar ia rasakan, s

