Hillary menghela nafasnya kasar, ini adalah keputusan terbaik bagi semua pihak. Ia sudah memikirkannya matang-matang sejak semalam ketika dirinya memaki William hingga pagi ini, ia yakin dengan keputusannya. Dengan senyumannya gadis itu mulai mengemasi beberapa pakaiannya kedalam sebuah koper, menatanya rapi, hingga sebuah suara ketukan di pintu kamarnya menghentikan kegiatan mengemasnya. Gadis itu mengukir senyumnya ketika melihat mommy-nya kini tengah berdiri di ambang pintu kamarnya. "Hai momm, apa dadd sudah pulang?" Tanya Hillary ketika mommy-nya itu menghampiri dirinya dengan kernyitan di dahinya. "Dear, kau tidak sedang merencanakan untuk kabur meninggalkan mommy dan daddy kan?" Hillary terkekeh mendengar cerocosan mommy nya tersebut. "No momm, aku hanya ingin berlibur kesuatu te

