“Apa yang kau lakukan sepagi ini disini Lucas?” pria itu tersenyum kecut mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir gadis yang begitu ia cintai. “Bukankah aku sudah bilang? Aku merindukanmu, sangat. Hingga rasanya mau mati saja. Kau tidak merindukanku ya?” dengusan menyedihkan terdengar dari Lucas. Apa benar tidak tersisa sedikit saja rasa didalam hati Hillary untuknya? Apa semudah itu gadisnya menghapusnya dari sana? Seharusnya dulu ia mendengar saran dari John untuk segera menceritakan segalanya pada Hillary sebelum semuanya terlambat seperti saat ini. Tangan kokoh itu meraih jemari Hillary dengan lembut, mengusap punggung tangannya dengan satu tangan lainnya. Sesekali merematnya lembut, berusaha menyalurkan rasa rindu bercampur rasa cintanya. “Tidak bisakah kau berikan 1 kesempat

