Episode 21 | Akala

1966 Kata

Notifikasi masih kosong. Aluna belum membalas pesan-pesan yang dikirim Yudistira sejak sore tadi. Pria itu merebahkan tubuhnya di atas sofa, mengulum senyum mengingat visual Aluna yang berlarian bebas dalam memorinya. Ia meletakan ponselnya di atas meja dan mulai memejamkan mata. Apakah Aluna mempunyai kesibukan lain? Tentu saja. Dia manusia juga, punya privasi sendiri, punya kehidupan sendiri. Tapi bukankah Aluna berjanji untuk datang padanya sore tadi dengan dalih mengembalikan kaus yang sempat dipinjamnya tempo hari? Yudistira sudah menyetujuinya, bahkan sudah berbagi password apartemen. Sepercaya itukah pria itu pada Aluna? Tentu. Yudistira mencintai gadis itu. Ia sudah tak merasa malu untuk mengakui keanehan yang dirasakannya beberapa minggu belakangan. Waktu sudah menunjukan puku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN