Syafira merapikan kemeja putih yang dibalut jas navy Aryan. Pemuda itu tampak semakin gagah dna tampan dengan pakaian yang dikenakannya. Aryan dibantu Syafira bersiap menghadiri pesta ulang tahun pernikahan Ginanjar yang ketiga puluh empat. "Udah pacarnya Bunda udah tampan," bisik Syafira memasukkan lengannya ke tangan Aryan siap berangkat. "Boleh dibawa cewek lain, gak?" goda Aryan. "Mana bole ambil milik orang lain sembarangan?" seru Syafira mencubit pinggang Aryan dengan sayang. "Di Surabaya Aryan milik Bunda," ucap wanita paruh baya itu seolah memberi cap kepemilikan Aryan. Aryan terkekeh mendengarnya. Selama ini ia berbagi hati dengan Ajeng di Jakarta karenanya tanpa Ajeng, Aryan miliknya utuh. "Tenang saja, Bunda safety kok, di sini. Saingannya Bunda sedang berada jauh di lu

