49. Lelah

1218 Kata

Syafira menggemeretakkan jari dan kepalanya ke kanan dan kiri, hingga terdengar bunyi khas dari tulang-tulang. Berharap bunyi tersebut bisa membantu melepaskan lelah setelah beberapa hari berkegiatan estafet tanpa henti. Tubuhnya serasa memikul beban berton-ton, kakinya sudah tidak sanggup diajak berjalan. Syafira benar-benar letih dan payah dibuatnya. Sebelumnya Syafira sudah berusaha mengakali dengan sepatu tanpa heels, tetapi tetap saja tidak merubah rasa lelah dikaki. Mulai dari mempersiapkan penyambutan Mr. Smith, menghadiri kegiatan akhir tahun putrinya dan pengambilan raport Arsya belum lagi pekerjaannya sendiri. Beruntung untuk pekerjaan rumah ia dibantu Bu Sum dan Cila yang mulai beranjak dewasa. Ia tidak membayangkan jika tidak ada keduanya, Syafira pasti benar-benar kesulit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN