Aryan baru saja mengenakan kemeja hitam kesayangannya sembari bercermin di depan pintu lemari. Di sugarnya surai hitam tebal yang menghiasi kepalanya. Pintunya dibuka dari luar. "Kurang aja, siapa yang membuka pintu kamarku tanpa salam," maki Aryan dalam hati. Pemuda itu mencari benda apa saja yang bisa ia gunakan untuk melindungi diri jika datang benar-benar orang jahat. "Kejutan," seru suara seorang gadis yang membuka kamarnya tanpa permisi. "Ajeeeng," pekik Aryan kesal. Senjata berupa tongkat baseball kembali ia letakkan ke dalam lemari penyimpanan barang-barang olahraganya. Gadis berwajah manis itu tersenyum cerah melihat wajah kekasihnya yang kesal. "Selamat ulang tahun," ucap Ajeng membuka bungkusan di tangannya. "happy birthday, Mas. Semoga Mas Aryan selalu dalam lindungan Al

