Syafira membuka pesan dari aplikasi hijaunya. Keningnya berkerut heran membaca satu pesan singkat dari kekasihnya yang berada di ibukota. "Tumben, nih anak nulis pesan beginian?" batin Syafira bingung. "Ada apa? Kok, tumben?" Tulis Syafira membalas chat Aryan. Lama ditunggu tidak ada balasan. Syafira memasukkan ponselnya ke dalam tas. Lima belas menit lagi jam kerjanya berakhir. Ia juga harus mempersiapkan diri untuk perjalanan ke Bandung. Lena tadi sudah memberi kabar tentang kesediaan dan persiapan yang sudah diagendakan Mr. Smith. Seorang berkebangsaan USA yang lama tinggal di Bandung dan memiliki usaha yang bergerak di bidang penyediaan bahan baku pembuatan plastik yang dikelola perusahaan Syafira. Setelah mengajukan permohonan dinas luar selama tiga hari, Syafira bergegas ke base

