"Tia, mau pulang?" tanya Aryan menghentikan motornya tepat di samping bawahannya itu, melihat Tia jalan kaki di koridor mall menuju jalan raya. "Eh, Pak Aryan. Iya, mau pulang," jawab Tia sambil tersenyum menatap Aryan yang terlihat gagah diatas motor sportnya. Jantung Tia mendadak berdegub kencang dihampiri Aryan tanpa angin tanpa hujan. "Mau bareng?" tawar Aryan sengaja memancing gadis yang ia tahu menaruh hati padanya itu. Dada Tia semakin bergemuruh mendengar tawaran Aryan. "Boleh, Pak?" tanya Tia ragu sebab tidak biasanya Aryan menawarinya bareng. Jantungnya semakin kencang seperti habis berlari dikejar hantu. Degubnya semakin tidak berirama dan kencang. "Boleh. Kan, saya yang nawarin." Aryan menyerahkan helm cadangan yang ia bawa. Tanpa banyak tanya lagi Tia mengenakan helm y

