Episode 6 Bagian 2

925 Kata
Huft! Kelihatannya aku terlalu panik dan kaget, ku tarik nafas pelan dan emosiku mulai stabil, hemmmm. Aku nggak boleh kikuk gini, tidak mungkin dia tau rencana kami. Lalu darimana dia tau kalau aku dari kolam renang? Apa Reza yang membocorkannya? Mungkin dia teman Reza. Tidak, dia tadi melihatku membawa celana basah, jadi dia bisa menebak kalau aku dari kolam renang. Aku harus kalem nih, "santai, ayo Ricko rileks saja, sekarang dia ada di depanmu, dan kalian hanya berdua, nggak perlu salah tingkah gitu" batinku memberi semangat. "Kok bengong? Nama kamu Ricko kan" tanyanya ramah. "Ya, maaf kakak cari siapa?" jawabku berusaha biasa. "Kalian sudah kenalan ya?" tiba-tiba Andre masuk ke kamar membuatku tambah canggung. Fikri tersenyum sama Andre. "Rick kenalin ini sepupuku Fikri, dia dari Bekasi yang aku ceritakan ke kamu itu" ucap Andre dengan senyum aneh. "Aku sudah tau kok namanya" jawabku santai. What? kok aku jawab begitu? Fikri dan Andre malah tersenyum mendengarkan jawabanku, yang lebih parah lagi melihat raut mukaku yang salah tingkah ini. "Yaudah, aku pulang dulu ya" tiba-tiba Fikri berdiri dari ranjangku, Andre mengangguk, aku sendiri masih belum percaya dengan suasana ini dan tentu saja masih kikuk. "See you Ricko, dan jangan suka bengong begitu, nanti kamu dihukum lagi sama bagian keamanan seperti tahun kemaren hehehe. Just kidding" celetuk Fikri sambil berjalan menuju pintu dan meninggalkan kamar kami. Aku dapat melihat dia tersenyum sebelum hilang dari pandanganku. Aku juga cuma tersenyum, tanpa ada satu katapun yang mampu aku ucapkan. Dan parahnya, nampaknya Andre menyadari sesuatu. Aduh kok jadi gini sih. "Kamu barusan darimana?" tanyaku sekedar mengalihkan perhatian Andre. "Oh, dari kamar pengurus asrama, nitip uang jajan, kalau aku pegang sendiri ntar cepat habisnya" jawab Andre. "Kelihatannya kamu sudah kenal sama sepupuku tadi?" tanya Andre tiba-tiba. Aku harus mengendalikan nada bicara dan sikapku, jangan sampe si Andre tau kalau aku sedang PDKT sama sepupunya. "Nggak terlalu, cuma pernah duduk sedekatan waktu MOS kelas 1 dulu" jawabku dengan nada biasa. Akhinya aku bisa ngomong, meski masih rada canggung. "Oh, dia cerita kok ke aku, kamu ditegur bagian kemanan kan waktu itu?" "Hemmm, ya" jawabku sambil tersenyum. "Katanya kamu nggak akrab sama dia, tapi kelihatannya kalian cukup dekat" tanyaku penasaran. "Dia tadi habis izin ke kota, aku nitip ambilin uang di ATM, makanya dia ke sini ngantarin uang titipanku, kami memang tidak akrab, tapi belakangan ini dia lebih sering ngajak ngobrol. Mungkin mau tanya-tanya tentang kamu" jawab Andre dengan senyum jahil. Aku terkejut mendengarnya. Andre memang pernah bilang kalau sepupunya nanya-nanya tentang aku, tapi dia nggak pernah bilang kalau sepupunya si Fikri itu, atau memang aku yang tidak bertanya. Kalau aku tau dia sepupunya Andre, nggak perlu ada rencana kolam renang tadi, pantas saja si Fikri nggak ada di sana, diakan izin ke kota. "Aku mau mandi dulu ya, sudah sore ni." ucap Andre sambil membawa peralatan mandinya. "Ya, aku sudah mandi tadi di kolam renang," jawabku santai. Pikiranku saat ini sedang sibuk merangkai kejadian-kejadian yang baru saja aku alami. Bahkan fakta bahwa Fikri adalah sepupunya Andre adalah hal yang bagus, sewaktu aku tidak bertemu Fikri di kolam renang aku sudah tidak mempedulikannya lagi, tapi setelah pertemuan singkat kami di kamar ini dan fakta dia sepupunya Andre, jelas hal itu membangkitkan minatku kembali. Aku merasa semakin ingin tau, bahkan mendekatinya. Dia benar-benar lebih tampan dari terakhir kali aku melihatnya. Ternyata dia juga masih ingat kejadian satu setengah tahun lalu, hemmmmm aku tersenyum sendiri mebayangkannya. Dia masih ingat aku, dan yang bikin hatiku tambah berbunga-bunga ternyata dia juga mencari informasi tentang aku, hahahaha. Meskipun pertemuan kami sore ini hancur, maksud ku bukan basa basi yang romantis dan indah, malah bisa dikatakan lumayan buruk, setidaknya dia masih tersenyum ramah. Aku tidak bisa bicara, kikuk dan gugup, semoga saja aku bertemu dia lagi, dan dapat lebih dekat dan hemmmm entahlah, susah menggambarkannya. Aku akan ganti baju dulu dan makam malam, akan aku ceritakan berita menggembirakan ini sama sahabat-sahabatku, aku bisa menebak reaksi mereka hahaha. Ku tutup pintu kamarku dan menguncinya, karena aku mau ganti pakaian. Di depan cermin lemari satu per satu ku lepas pakaian yang aku gunakan hanya celana dalam saja yang tersisa melekat di tubuhku. Lama aku perhatikan penampilanku di belakang cermin, aku sudah remaja, Yes, I'm fifteen now. Tiba-tiba dalam pikiranku muncul sosok Kevin yang tadi sore merangkulku, dia tersenyum. Senyumnya yang manis, bibirnya yang lembut, tetesan air kolam renang yang masih menempel di badannya, aroma tubuhnya yang segar, kulitnya yang lembut ketika menyentuh kulitku, meskipun tubuhnya dingin, tapi terasa begitu hangat. Mungkin kehangatan seorang teman, aku harus tegas, Kevin adalah temanku, aku tidak punya perasaan sama dia, dan wajar saja hasrat dan nafsuku muncul, dia kan cuma pake celana renang, bisa dikatakan setengah b***l, mungkin kalau kami cuma berdua saja di kolam itu, nggak tau apa lagi yang akan terjadi selanjutnya. Ya, seperti kata teman-temanku, suka sesama cowok, cinta sesama cowok, pacaran sesama cowok adalah hal "normal", karena semua yang tinggal di sini berjenis kelamin laki-laki. Jadi adalah hal yang "normal" juga bagi cowok merasa terangsang dan bernafsu ketika melihat cowok cakep cuma pake celana renang berdiri di sampingmu, bahkan merangkul tubuhmu, setidaknya itulah kesimpulan dangkalku saat ini. dan jujur saja, Kevin dengan penampilan tadi sore, membuatku bernafsu. Tok tok tok tok "Rick, kamu lagi apa? buka pintunya dong" suara Andre terdengar dari luar kamar. "Ya... bentar, aku lagi ganti baju" jawabku. Dengan cepat kupake celana pendek dan kaos, lalu kubuka pintu kamar kami. Hemmmm, sebaiknya aku memikirkan apa rencanaku selanjutnya, salah satunya mencari Informasi lebih banyak dari teman yang ada di depanku saat ini, ya informasi dari Andre. BERSAMBUNG
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN