Keesokan harinya, Satria dan lainnya tetap kembali sekolah. Namun ada hal yang berbeda . Yaitu dimana kini ia akan selalu mengantar jemput Yuka. Helm full face pun telah ia gunakan, namun saat akan melajukan motor , suara Faysa menghentikan pergerakannya. "Satria." "Ya, Mom??" Satria pun turun dari motornya kemudian meghampiri Faysa. "Sayang, mom tanya sama kamu, apa yang sedang kamu rencanakan?" "Maksud mommy?" "Kamu sama Yuka, apa yang sebenarnya kamu rencanakan?" "Hm.. itu,.." Satria perlahan menjauh dari Faysa , "Rahasia" ucapnya seraya mengedipkan sebelah mata. Faysa tak tinggal diam, ia segera mendekat ke arah Satria dan menggenggam tangan anaknya itu untuk menghentikan apa yang akan ia lakukan. "Kamu boleh bertindak semau kamu, tapi ingat, jangan sampai kamu menyesal dan

